Mahasiswa STKIP Ruteng Rintis Kampung Ramah Anak

Kampung Ramah Anak pertama di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

[JAKARTA] Sekelompok mahasiswa STKIP Santo Paulus Ruteng yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris merintis sebuah inovasi bernama Kampung Ramah Anak pertama di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Inovasi yang dilaksanakan di Kelurahan Mbaumuku Kecamatan Langke Rembong itu adalah implementasi dari Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang dimenangkan oleh kelompok mahasiswa tersebut tahun 2018.

Dosen pembimbing Tim PHBD, Yosefina Rosdiana, di Ruteng, Kamis (25/10), mengatakan, hibah ini dilaksanakan selama lima bulan dengan kegiatan-kegiatan edukatif bagi orangtua dan anak-anak di Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai yang melibatkan Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Mbaumuku, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kota, konsultan dan pemerhati anak, ibu-ibu Persid dan Kodim 1416 Manggarai, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Manggarai, serta PT. Flores Excotic Tour.

Menurutnya, tujuan dari program ini  adalah  mewujudkan Kampung Hombel-Kelurahan Mbaumuku sebagai kampung Ramah Anak pertama di Kabupaten Manggarai.

Diharapkan program ini dapat menjadi model bagi pengembangan kampung ramah anak lainnya di wilayah Kecamatan Langke Rembong maupun di Kabupaten Manggarai sehingga ke depan tidak ada lagi tindak kekerasan terhadap anak dalam bentuk apapun dan terpenuhnya empat hak dasar anak, seperti hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi.

Adapun berbagai  kegiatan pendampingan edukatif bagi orangtua di wilayah sasaran seperti kelas parenting orang tua cerdas bertujuan memberikan pengetahuan kepada orangtua tentang hak-hak anak, klaster-klaster perlindungan anak, tahapan perkembangan anak dan bagaimana menghadapinya, serta beberapa topik parenting lainnya.

“Kelas parenting ini difasilitasi oleh konsultan anak dan praktisi terapi bermain bagi anak berkebutuhan khusus, Narwastu Anggie Ratsih,” kata Rosdiana yang juga Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Rabu (24/10).

Selain itu, kata dia, pemeriksaan gigi dan mulut gratis untuk anak oleh Yuliana H. Dudi dan Yosephina S. Kelabur dan para perawat gigi dari Puskesmas Kota Ruteng, penyuluhan prilaku hidup bersih dan sehat bagi tumbuh kembang anak oleh Dr. Icha Da Santos dari Ikatan Dokter Indonesia serta perlombaan-perlombaan kolaboratif antara orangtua dan anak untuk mempererat relasi orangtua dan anak.

Ketua Tim Pelaksana PHBD, Maria Gratiani Eliade Badun, mengungkapkan kebanggaannya menjadi tim yang dipercayakan untuk melaksanakan hibah ini. Program ini sangat bagus untuk pengembangan potensi mahasiswa khususnya di bidang pengadian kepada masyarakat.

“Melalui program ini kami ditantang untuk aktif dalam menyikapi persoalan-persoalan di masyarakat.  Kami senang bisa berkontribusi, berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menawarkan ide-ide kreatif untuk pemecahan persoalan masyarakat”, tutur mahasiswi semester VII tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat yang menyediakan lahannya untuk program ini, Pur Fernandes menyatakan senang dengan program ini.

“Dukungan konkret saya adalah menyediakan lahan ini untuk anak-anak belajar dan berkreasi. Saya berharap taman edukatif ini tetap menjadi ruang ramah anak dan tempat bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka,” tuturnya.

Tahun ini mahasiswa STKIP Santo Paulus Ruteng bersama 74 kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia berhasil memenangkan Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang ditawarkan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi setelah menyisihkan 2.661 kelompok pengusul lainnya.

Hibah senilai Rp 45 juta tersebut merupakan sebuah program tahunan untuk membentuk mahasiswa yang berkarakter positif, empatik, peduli, ulet dan kreatif, bertanggung jawab dan mampu bekerjasama untuk memberdayakan masyarakat. [WG]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *