July 14, 2024

Indonesia Berkomitmen Kirim PMI yang Berkualitas

0

Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan Bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman (kanan) berjabatan tangan dengan Menteri Buruh dan Ketenagakerjaan, Nepal, Gokarna Bista di Kathmandu, Nepal, Kamis (15/11).

[KATHMANDU] Indonesia berkomitmen untuk mempersiapkan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan matang sebelum dikirim ke negara-negara penempatan. Dipersiapkan dengan matang artinya calon PMI harus mengikuti program keterampilan.

Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan Bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman (kanan) berjabatan tangan dengan Menteri Buruh dan Ketenagakerjaan, Nepal, Gokarna Bista di Kathmandu, Nepal, Kamis (15/11).

Hal itu dikatakan Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan Bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman di Kathmandu, Nepal, Kamis (15/11). Kathmandu, Nepal terpilih sebagai negara penyelenggara pertemuan Forum Colombo Process untuk “5 th Senior Officials Meeting and 6 th Ministrial  level Consultation yang diselenggarakan pada 15-16 November 2018.

Reyna memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan itu. Hanya Indonesia yang tidak diikuti oleh Menteri Ketenagakerjaan dalam pertemuan itu. Sementara negara-negara lain diikuti oleh Menteri Ketenagakerjaan.

Reyna dalam forum tersebut menyampaikan, Indonesia sangat  mendorong dilaksanakannya percepatan program keterampilan dan proses perekrutan yang selektif, perbekalan sebelum dikirim ke negara penempatan serta menganalisa pasar tenaga kerja.

Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara asal tenaga kerja migran tentunya harus lebih meningkatkan kualitas tenaga kerja migran melalui tata kelola managemen yang dapat melindungi keamanan bagi semua, bagi PMI keluarganya dan bagi kehormatan dan martabat  bangsa Indonesia.

Reyna mengatakan, Indonesia sebagai anggota dalam CP sangat aktif dalam mewujudkan tata kelola penempatan dan perlindungan tenaga kerja migran.

Dikatakan, Indonesia sebagai negara inisiator forum CP yang beranggotakan negara-negara Afganistan, Bangladesh, Cambodia, Tiongkok, India, Indonesia, Nepal, Pakistan , Philippines, Sri Lanka , Thailand dan Vietnam, memandang Forum CP sangat penting sebagai forum fasilitasi dialog dan kerja sama di bidang manajemen penempatan tenaga kerja migran se-Asia  untuk menggalang common interest (posisi bersama ) dengan negara tujuan.

Forum Colombo Process telah dikenal dalam Global Forum On Migration and Development ( GMFD) dibawah PBB sebagai bagian yang sangat penting untuk konsultasi regional yang dinilai positif output-nya  karena telah membentuk Thematic Area Working Groups ( TAWGs) yang ditetapkan memfasilitasi kerja sama dan bertanggung jawab di tingkat nasional dan regional. [EH]

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *