July 14, 2024

Wirausahawan Muda Harus Manfaatkan Kredit UMKM

0

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo (kiri), Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Syaifullah (tengah), dan Direktur Finance dari Mandiri Capital Hira Laksaman (kanan), di acara GoStartup Indonesia (GSI) Scale Con 2018, di Jakarta, Senin, 3 Desember 2018

[JAKARTA] Wirausahawan atau entrepreneur muda yang kini duduk sebagai anggota DPR, Ahmad Sahroni mendorong wirausahawan muda memanfaatkan program kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ditawarkan oleh perbankan secara maksimal.

Co-Founder dan CEO WIR Group, Daniel Surya membuka acara Disrupto 2018, di Jakarta, Jumat, 23 November 2018

“Dengan program kredit UMKM, para pelaku wirausaha online dapat lebih mengembangkan produknya,” kata Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Terlebih sesuai program pemerintah yang menggalakkan UMKM, perbankan saat ini lebih membuka diri dalam pemberian kredit untuk usaha menengah ke bawah tersebut. Seperti dilakukan oleh BNI yang menyediakan Rp 200 miliar untuk ditawarkan pada para pelaku bisnis yang mengikuti kegiatan gebyar wirausaha daring.

“Manfaatkan dengan baik program ini untuk mengembangkan usaha dari yang kecil menjadi besar, dan yang besar semakin maju,” ujar Sahroni usai menjadi pembicara pembuka “Wirausaha Online” di Jakarta, Sabtu (8/12).

Anggota Komisi III DPR yang sukses menjadi pengusaha ini memberi kiat menuju pebisnis andal. Menurut Sahroni, ada empat faktor yang harus dimiliki untuk menjadi pebisnis, yaitu kepribadian, kemampuan, keuletan dan modal.

Kepribadian, dijelaskan Sahroni, merujuk pada sifat jujur, santun dan ramah dengan orang lain, setia kawan, serta tidak merendahkan orang lain. Sementara mengenai kemampuan ditekankan Sahroni melingkupi kemampuan berpikir terhadap apa yang diinginkan, diimpikan dan dilakukan. Kemampuan dikemukakan Sahroni juga harus mencakup spesialisasi, ketelitian dan keinginan belajar hal baru. “Jangan sampai pribadi bagus, tetapi kemampuannya kurang,” pesannya.

Perihal keuletan, Sahroni mengungkapkan sikap pekerja keras keras, pantang menyerah, berani dan fokus. Ia mengingatkan para pelaku bisnis sebaiknya fokus terhadap satu usaha dijalankan hingga memperoleh hasil baik, sebelum memikirkan peluang lainnya.

Di akhir paparannya, Sahroni menegaskan pentingnya modal. Bukan harus berupa materi, namun modal besar lainnya yang sangat dibutuhkan wirausahawan disampaikan Sahroni adalah jaringan dan rekam jejak yang baik.

Ia berpesan para pelaku usaha daring tidak rendah diri bergaul dengan kalangan yang lebih tinggi untuk memperluas jaringan. “Relasi, modal berteman, bersahabat, bergaul yang bisa membantu menghasilkan usaha kita. Jangan anggap modal hanya duit. Duit bukan segalanya,” imbaunya seraya mengingatkan faktor lain yang mendukung majunya usaha adalah restu dan doa dari orangtua.

Pria yang kini menjabat sebagai Presiden McLaren Club Indonesia ini mewanti-wanti pelaku usaha daring tak tergesa-gesa menaikkan omzet yang dimilikinya. Yang terpenting dalam dua tahun pertama adalah kemampuan bertahan.

Setelah dua tahun terlewati, lanjut dia, wirausahawan dariing dapat menaikkan omzetnya 50 hingga 100%. “Kebanyakan orang pengen cepet kaya, pengen dapat duit instan, bagaimana menahan diri, ego untuk tidak melakukan itu memang tidak mudah, tapi dari sekarang harus membiasakan untuk tahu diri kalau kita belum apa-apa,” ucapnya.

Sahroni kembali berpesan kepada para pengusaha untuk jangan pernah meremehkan orang lain atau menjadi kacang lupa kulitnya. “Sebaliknya, pelaku wirausaha online juga tak perlu minder dengan umur yang masih terlalu muda ataupun memasuki masa usia lanjut. Selama memiliki tekad kuat, ia meyakini usaha dijalankan akan berhasil,” tuturnya. [Ant/EH]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *