April 16, 2024

Kemnaker Janji Tingkatkan Pengawasan Managemen K3

0

Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri (ketiga dari kiri) menyerahkan secara simbolis alat pelindung diri kepada sejumlah perusahaan di Jakarta, Selasa (15/1). ( Foto: beritasatu.com / Edi Hardum )

[JAKARTA] Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan terus meningkatkan peran pengawas ketenagakerjaan dalam meneerapkan kesehatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh instansi baik instansi pemerintah maupun instansi swasta.

Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri (ketiga dari kiri) menyerahkan secara simbolis alat pelindung diri kepada sejumlah perusahaan di Jakarta, Selasa (15/1). ( Foto: beritasatu.com / Edi Hardum )

“Salah satu bentuk pencegahan adalah Kemnaker melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dalam bidang K3, serta melakukan pembinaan di perusahaan-perusahaan,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri dalam sambutan pada acara pencanangan bulan K3 Nasional 2019 dengan tema “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional” di Istora GBK Jakarta, Selasa (15/1).

Ia mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulan Agustus 2018, sebanyak 58,76% dari total angkatan kerja Indonesia adalah tamatan SMP ke bawah. Hal tersebut berdampak pada kesadaran pentingnya perilaku selamat dalam bekerja.

Sementara itu terkait keselamatan kerja, kata Hanif, BPJS Ketenagakerjaan mencatat, sepanjang 2018 terdapat 157.313 kasus kecelakaan kerja.

Termasuk dalam kategori kecelakaan kerja adalah kecelakaan lalu lintas pada perjalanan pekerja menuju tempat kerja, serta perjalanan pulang dari tempat kerja menuju tempat tinggal. Hal lain yang dilakukan pemerintah, kata dia, adalah menyempurnakan peraturan perundang-undangan serta standar di bidang K3.

emerintah juga akan meningkatkan kesadaran pengusaha, pengurus, tenaga kerja dan masyarakat sehingga memiliki kompetensi dan kewenangan bidang K3. Pemerintah juga meningkatkan peran asosiasi-asosiasi profesi K3 dan perguruan tinggi yang memiliki program K3.

Menurut Hanif, Kemnaker juga akan meningkatkan peran serta Indonesia dalam forum-forum regional dan Internasional dalam bidang K3.

Selanjutnya Hanif mengajak seluruh stakeholder seperti pengusaha, Serikat Pekerja, pekerja dan masyarakat terus meningkatkan kesadaran pentingnya K3 serta melakukan pengawasan. “Masyarakat juga ikut mengawasi perusahaan-perusahaan. Kalau ditemukan tidak menerapkan K3 seperti pekerja tidak menerapkan alat pelindung diri, maka laporkan saja ke Kemnaker,” kata dia.

Hanif menegaskan, kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia dan daya saing nasional.

Menurut Hanif, saat ini dunia industri dihadapkan pada tantangan revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan

penggunaan teknologi digital yang kian masif. Ditalisasi industri berpengaruh para hubungan industrial, relasi kerja, tata kerja potensi bahaya di perusahaan.

Hanif meminta agar semua pihak melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing. “Sehingga budaya K3 benar-benar terwujud disetiap tempat di seluruh Tanah Air. Hanif berharap, dengan pencanangan sebagai tanda dimulainya Bulan K3 Nasional Tahun 2019 secara resmi, semua pihak mengikuti secara nasional di semua lembaga institusi, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan perusahaan.

Pencanangan peringatan Hari K3 Nasional sebagai tanda dimulainya Bulan K3 Nasional tahun 2019 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Tanah Air setiap tanggal 12 Januari. Momentum peringatan bulan K3 (12 Januari-12 Februari) ini sangat tepat dan strategis untuk mendorong semua pihak berpartisipasi aktif membudayakan K3 di Indonesia.

Peringatan Hari K3 tahun 2019 ini merupakan tahun kelima bagi bangsa Indonesia secara terus menerus berjuang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dalam mewujudkan “Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020”.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan, bulan K3 nasional diikuti oleh 5000 peserta dari pejabat fungsional, pengawas Disnaker dan Kemnaker, perwakilan perusahaan swasta dan perwakilan serikat pekerja. [EH]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *