April 16, 2024

Kemnaker Kerja Sama dengan Negara-Negara Pasifik Selatan

0

Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial (Jamsos), Adriani (kanan) saat membuka rapat koordinasi (Rakor) bantuan teknis bidang ketenegakerjaan pemerintah RI untuk negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, di Legian, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (27/11/2019) malam

Jakarta, Topvoxpopuli.com – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap meningkatan kapasitas dan kerja sama ekonomi dengan negara-negara kawasan Pasifik Selatan. Kemnaker memandang sudah saatnya, Indonesia membantu negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, khususnya di bidang ketenagakerjaan karena Indonesia sudah dianggap negara maju yang dapat membantu negara lain.

“Kemnaker berencana memberikan bantuan kerja sama di bidang peningkatan ketrampilan sumber daya manusia (SDM), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pelindungan Pekerja Migran (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Untuk itu, diperlukan perencanaan bantuan yang matang disesuaikan dengan kebutuhan negara-negara di Kawasan Pasifik Selatan, ” kata Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial (Jamsos), Adriani saat membuka rapat koordinasi (Rakor) bantuan teknis bidang ketenegakerjaan pemerintah RI untuk negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, di Legian, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (27/11/2019) malam sebagaimana dalam siaran persnya.

Adriani mengatakan, peningkatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara Kawasan Pasifik Selatan merujuk Rapat Terbatas tanggal 4 Mei 2018 lalu, di Kantor Presiden Jakarta. Adapun negara-negara di kawasan Pasifik Selatan yakni Papua Nugini, Fiji, Vanuatu, Tuvalu, Nauru, Kepulauan Salomon, Samoa dan Tonga.

Menurutnya, ada dua pertimbangan Presiden Joko Widodo agar Kemnaker ikut mendukung bagaimana program peningkatan SDM dan perekonomian di negara-negara kawasan Asia Pasifik bisa lebih maju. “Kalau kita lihat negara-negara tersebut, bukan terbelakang sekali, tapi layak kita bantu SDM mereka karena dari aspek ekonomi dan lainnya juga masih butuh bantuan, ” kata Adriani.

Adriani menambahkan, hubungan kerja sama antara negara di dunia diperlukan guna memenuhi kebutuhan hidup dan eksistensi keberadaan suatu negara dalam tata pergaulan Internasional, disamping demi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap manusia dan negara di dunia.

“Saya harap Rakor ini bisa dijadikan sebagai forum kordinasi dalam meningkatkan kerja sama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan yang menghasilkan rancangan bantuan yang akan diberikan kepada negara-negara kawasan Pasifik Selatan, ” ujar Adriani.

Sementara Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN), Indah Anggoro Putri, menambahkan, Kemnaker siap mendukung dalam pemberian hibah bantuan teknis yang melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Balai-Balai K3 dibawah Kemnaker RI, serta bantuan dibidang Ketenagakerjaan lainnya sesuai dengan permintaan dari negara penerima hibah (demand driven) dan mengacu pada regulasi dan peraturan yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, Kemnaker akan segera merapatkan barisan bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Keuangan (Kemkeu), Kementerian Sekretaris Negara (Kemsetneg) dan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) sehingga bantuan teknis ini dapat segera terealisasi tahun depan.

Rakor bidang teknik ketenagakerjaan selama tiga hari (27-29/11/2019) bertujuan untuk menjaring informasi hubungan International; menjaring informasi kebutuhan peningkatan kapasitas; menjaring informasi prosedur bantuan kerja sama pengembangan kapasitas; dan menyusun rencana kegiatan konsultasi teknis peningkatan kapasitas dengan negara–neegara Kawasan Pasifik Selatan.

Dalam kesempatan sama, Kepala Bidang (Kabid) Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah, Deputi II Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkopolhukam), Ira Rachmawati, mengatakan, secara kuktural harus diakui rakyat di negara-negara Pasifik, lebih terbiasa mendapat bantun dari negara kulit putih. “Bantuan Indonesia dikelompokkan dengan Cina,” kata Ira.

Ira menjelaskan, keputusan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan negara di Pasifik Selatan dituangkan dalam bentuk hibah, pemberian pelatihan dan beasiswa. “Bantuan diberikan karena negara Pasifik Selatan berada di wilayah Samudera Pasifik di Selatan Khatulistiwa, berbatasan dengan Indonesia, ” katanya. [TVP/RH]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *