April 17, 2024

Imam Subali Janji Benahi Kekurangan Apjati

0

Dari kanan ke kiri : Koordinator Forum Migran Indonesia, Jamaluddin Suryahadikusuma; Direktur Eksekutif Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa; Ketua Umum Apjati, Ayub Basalamah; dan Satuan Tugas PMI dari PDIP di Arab Saudi, Syarief Rahmat dan Edi Hardum, wartawan Beritasatu.com (moderator) berbicara dalam diskusi dengan tema ”Berantas PMI Ilegal” di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Jakarta, Topvoxpopuli.com – Salah satu Bakal Calon Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Imam Subali menganggap, semua kandidat yang maju dalam bursa Ketum Apjati periode 2020-2024 nanti bukanlah lawan, melainkan teman diskusi untuk memajukan organisasi ke depan.
“Terus terang saja, saya tidak pernah berpikir untuk mempetakan kekuataan kandidat-kandidat lain, karena bagi saya, mereka itu bukan lawan, bagi saya, mereka semua kandidat ini adalah teman untuk berdiskusi merumuskan konsep-konsep yang bagus,” ujar Imam Subali usai melakukan pendaftaran Ketua Umum Apjati di Kantor Apjati, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020) sore.
Ia mengatakan, nantinya, anggota terpilih yang menentukan, yakni program-program, visi misi yang ditawarkan bakal calon. “Kita sampaikan, otomatis, ini kan yang punya hak pilih itu orang-orang pintar semua, para direksi dari berbagai perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia (PMI),” kata dia.
Dikatakan, bakal calon akan menyampaikan pola komunikasi, visi misi arahnya ke mana Apjati ke depan. “Tahapan-tahapan untuk mencapai visi itu jelas, saya yakin kawan kawan di Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) itu akan membaca itu, sehingga bagi saya tidak terlalu penting, memikirkan siapa kompetitor yang paling berat, sebab, saya anggap ini semua kawan,” tambahnya.
Menurut Imam, apabila mendapatkan kepercayaan mengemban amanah sebagai ketua, semua agenda program yang sudah berjalan dengan baik di Apjati akan dilanjutkan dan melakukan inovasi-inovasi baru sesuai dengan kebutuhan dan tantang zaman.
Imam mengatakan, ia ingin melanjutkan semua agenda perbaikan Apjati yang sudah dibuat sebelumnya. Selama ini Apjati, kata dia, sudah banyak berbuat dan berkontribusi nyata untuk masyarakat dan negara.
Oleh karena itu, kata dia, program-program yang baik akan dia lanjutkan. “Di samping itu tantangan-tantangan kekinian, saya lihat sangat komplek, saya pasti menyiapkan terobosan-terobosan agar tata kelola, penempatan, iklim usaha rekan rekan saya di Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) tetap kondusif dan produktif, jadi melanjutkan yang bagus dan berinovasi menciptakan hal-hal yang baru yang tepat dengan zamannya,” kata Imam.
Kendati demikian, Imam juga akan mengkoreksi dan menyempurnakan segala kebijakan yang dianggap kurang baik. Imam tidak memungkiri ada beberapa program Apjati yang dinilai kurang maksimal dan tidak berdampak baik bagi anggota.
“Harap dicatat. Saya juga akan mengkoreksi dan menyempurnakan program yang belum maksimal. Saya berusaha membuat terobosan program-program strategis yang sesuai tantangan zaman,” katanya.
Kader Nahdhatul Ulama (NU) ini membeberkan alasan dirinya tertarik untuk maju dalam bursa pemilihan Ketum Apjati.
Ia mengaku sangat ingin berkontribusi nyata dari dalam asosiasi dengan membantu menyumbangkan ide ide atau terobosan-terbosan untuk mencarikan solusi terkait permasalahan anggota-anggota P3MI yang semakin hari semakin kompleks.
“Saya koreksi, dalam Apjati ini tidak ada pertarungan. Jadi ini musyawarah nasional, semua anggota Apjati ini semuanya keluarga besar. Motivasi saya adalah untuk mencarikan solusi bagi permasalahan anggota-anggota P3MI yang memang saya lihat kebelakang makin komplek dan tantangannya saya lihat juga makin berat, oleh sebab itu, saya yakin musyawarah nasional Apjati ini, dari banyaknya calon calon ketum akan memperkaya konsep konsep, gagasan-gagasan segar dan terobosan-terobosan terbaru untuk bisa lebih produktif,” ujar Imam. [TVP/RH]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *