February 27, 2024

Gedung Kemnaker, Indah dari Luar Keropos di Dalam

0

Salah satu ruangan yang bocor di lantai 8 Gedung Kemnaker.

[JAKARTA] “Percuma gedung ini kelihatan dari luar mentereng (bagus). Tapi kalau masuk ke dalam, lihat di ruangan-ruangan, terutama di lantai delapan, kumuh dan bocor”.

Itulah kata-kata yang keluar dari mulut sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang sehari-hari berkantor di lantai Gedung Kemnaker di Jalan Gatot Subroto Jakarta.

Salah satu ruangan yang bocor di lantai 8 Gedung Kemnaker.

Semua PNS Kemnaker yang ditemui SP merasa aneh dengan pembuatan blanket (selimut) atas Gedung Kemnaker yang segera akan selesai pembangunannya. Pasalnya, gedung itu sudah tua karena dibangun tahun 1983. Untuk itu seharusnya yang diutamakan adalah mengganti seluruh kabel listrik gedung itu.

Selain itu, gedung yang terdiri dari delapan lantai itu harus dibenarkan atapnya. “Yang perlu diperbaiki gedung ini adalah listrikfikasi. Ganti semua kabelnya. Selain itu, benarkan atapnya, karena sudah lama gedung ini bocor,” kata seorang pejabat di Kemnaker.

Pantuan TVP, hampir semua ruangan di lantai delapan (lantai paling atas) gedung tersebut bocor. Kalau hujan tiba, banyak ruangan kemasukan air, karena bocor. Selain itu, banyak  dinding di sejumlah lantai gedung sudah rusak.

Menurut sejumlah PNS di Kemnaker, pihak Biro Umum, Kemnaker lebih mengutamakan pembangunan blanket (percantik dinding luar) karena desakan Mr L di Kemnaker yang kerjanya memburu uang untuk kepentingan diri dan partai politik tertentu. “Pembangunan blanket ini hanyalah proyek belaka, demi mendapat keuntungan uang sebanyak-banyaknya,” kata seorang pejabat.

Kepala Biro Umum, Kemnaker, Sumarno, ketika dikonfirmasi mengenai hal ini tidak menjawab.

Hery Sudarmanto, Sekjen Kemnaker, yang baru pensiun September 2018, mengakui gedung tersebut memang sudah tua. Ia sepakat yang diutamakan sebenarnya adalah perbaikan listrikfikasi atau ganti semua kabel listrik gedung itu. Selain itu, memperbaiki atap gedung itu. “Namun, Hery berpendapat pembangunan blanket juga penting supaya tidak terlihat jelek dari luar, seperti mesin-mesin AC tidak kelihatan,” kata dia.

Dengan selesainya blanket gedung itu maka yang terjadi adalah, pertama,  selama ini pejabat atau PNS yang ruangannya memiliki jendela sekarang tertutup. Oleh karena itu, sepanjang hari mereka menghidupkan AC dan listrik.

Kedua, masih ada sebagian pejabat di Kemnaker yang tidak bersedia jendelanya ditutup oleh blanket. Akibatnya dari luar sebagian dinding gedung itu terlihat bolong karena masih adanya jendela yang tidak bersedia ditutup. Ketiga, dengan hampir semua ruangan harus menghidup lampu pada siang hari maka justru terjadi pemborosan energi. “Ya, dengan adanya blanket, maka ruangan menjadi gelap. Makanya kami hidupkan lampu,” kata seorang pejabat.[SP/RH]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *