April 17, 2024

AS Membuka Kembali Perbatasan Setelah 20 Bulan

0

Bristih Airways

Washington, Toom – Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka kembali perbatasan darat dan udaranya pada Senin (8/11) untuk pengunjung asing yang divaksinasi Covid-19 sepenuhnya. Negara tersebut mengakhiri 20 bulan pembatasan perjalanan yang memisahkan keluarga, membuat sektor pariwisata tertatih-tatih, dan menimbulkan ketegangan hubungan diplomatik.

Setelah diberlakukan oleh mantan presiden AS Donald Trump pada awal 2020 dan dilanjutkan oleh penggantinya Joe Biden, larangan tersebut telah banyak dikritik dan menjadi simbol dari pergolakan yang disebabkan oleh pandemi.

Di bandara-bandara di Eropa, penumpang mengantri dengan semangat untuk naik pesawat menuju pantai timur AS, sambil menunggu lama barisan orang menggunakan masker. Mobil dan rumah motor terlihat berbaris sebelum fajar di perbatasan dengan Meksiko dan Kanada.

Pemerintah AS menutup perbatasannya setelah Maret 2020 untuk pendatang dari sebagian besar dunia, termasuk Uni Eropa (UE), Inggris, Tiongkok, India, dan Brazil. Langkah ini adalah salah satu upaya memperlambat penyebaran virus corona.

Pengunjung darat dari Meksiko dan Kanada juga dilarang.

Pesawat yang Lebih Besar

Di Bandara Charles de Gaulle Paris, Prancis, penumpang berdiri dalam antrean untuk menurunkan barang bawaan. Charlotte Boulais (27) akan ke New York bersama suaminya untuk menyusul teman-teman yang telah berangkat lebih dulu.

Di Bandara Heathrow London, Inggris, dua pesawat dari maskapai saingan British Airways dan Virgin Atlantic menuju ke New York, lepas landas pada saat yang sama dari landasan pacu paralel.

Mengatasi lonjakan permintaan, maskapai penerbangan telah meningkatkan jumlah penerbangan transatlantik dan berencana menggunakan pesawat yang lebih besar.

Kekurangan Dolar

Di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, banyak kota menghadapi kesulitan ekonomi karena pembatasan perdagangan anti Covid-19.

Menggarisbawahi antisipasi pembukaan kembali, pusat penukaran mata uang di Ciudad Juarez, Meksiko, terkena dampak kekurangan dolar.

Pemerintah Ciudad Juarez telah menerapkan sistem khusus untuk mengarahkan lalu lintas, termasuk memasang toilet portabel di tiga jembatan yang menyeberang ke Amerika Serikat “Ketika waktu tunggu diperkirakan hingga empat jam,” kata direktur keselamatan jalan setempat, Cesar Alberto Tapia, Senin (8/11).

Di negara tetangga utara AS, kaum lansia dapat melanjutkan perjalanan tahunan ke Florida untuk melarikan diri dari musim dingin Kanada yang pahit.

Sebelum matahari terbit, mobil penumpang dan rumah motor terlihat berjejer di Jembatan Pelangi antara Air Terjun Niagara di Ontario dan New York.

Tetapi biaya tes PCR yang dibutuhkan dari Kanada untuk perjalanan lintas batas, seharga hingga US$ 250, dapat menjadi penghalang.

Beberapa Batasan Masih Berlaku

Mencabut larangan perjalanan akan mempengaruhi lebih dari 30 negara, tetapi beberapa aturan masuk ke AS masih berlaku.

Pihak berwenang AS berencana untuk memantau dengan cermat status vaksinasi para pendatang dan masih ada syarat menujukkan hasil negatif Covid-19.

Pembukaan kembali akan dilakukan dalam dua tahap.

Mulai Senin vaksin akan diperlukan untuk perjalanan tidak vital seperti kunjungan keluarga atau wisata. Meski demikian, pendatang yang tidak divaksinasi masih akan diizinkan masuk ke negara itu untuk perjalanan-perjalanan penting.

Fase kedua, dimulai pada awal Januari 2022, akan mewajibkan semua pengunjung divaksinasi penuh untuk memasuki AS melalui jalur darat dan tidak ada pengecualian.

Otoritas kesehatan AS mengatakan semua vaksin yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan AS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan diterima untuk masuk melalui jalur udara.

Kasus Meningkat di Eropa

Pemerintah AS belum mengomentari peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Eropa baru-baru ini.

WHO telah menyatakan keprihatinan besar atas meningkatnya laju infeksi di Eropa. Pihaknya memperingatkan, gelombang saat ini bisa berarti setengah juta kematian baru Covid-19 pada Februari 2022.

Ahli Bedah AS Vivek Murthy mengatakan pada Minggu (7/11) di ABC, dirinya optimis tentang posisi pandemi saat ini. “Kita tidak bisa melepaskan kaki dari pedal gas, sampai kita berada di garis akhir,” katanya, mengisyaratkan pandemi belum selesai. [TVP/RH]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *