April 16, 2024

Puan Maharani Dinilai Selalu Perjuangkan Perempuan Pelaku UMKM

0

Ketua Umum Laskar Jamu Gendong Indonesia, Lasmi (tengah) foto bersama seusai berbicara dalam diskusi politik “Indonesia Point” bertajuk "Puan Maharani dan Penguatan Ekonomi Digital Perempuan Pelaku UMKM Bertutur”, Sabtu (19/3/2022). Foto: Willy Grasias.

Ruteng, Topvoxpopuli.com – Ketua Umum Laskar Jamu Gendong Indonesia, Lasmi, mengatakan, Ketua DPR RI Puan Maharani aktif memberikan pendampingan bagi komunitas jamu di Jawa Tengah.

“Belum lama ini beliau mengunjungi komunitas jamu di Sukoharjo. Dan beliau memberikan arahan soal aspek digital ini agar dimasuki. Artinya beliau punya perhatian khusus bagaimana perempuan pelaku UMKM ini bisa naik kelas dan tidak lagi dianggap sebelah mata,” jelasnya.

Lasmi mengatakan itu dalam diskusi politik secara virtual dengan tema, “Indonesia Point” bertajuk “Puan Maharani dan Penguatan Ekonomi Digital Perempuan Pelaku UMKM Bertutur”,  Sabtu (19/3/2022).

Dalam konteks kepemimpinan nasional, Lasmi menilai sosok Puan tepat dalam kaitan dengan memperjuangkan aspirasi para perempuan khususnya lagi para pelaku UMKM.

“Secara sederhana tentu saja perempuan lebih memahami apa saja yang menjadi kebutuhan perempuan. Kami pelaku UMKM perempuan di Indonesia berharap banyak pada sosok Ibu Puan yang bisa memberi perhatian pada kami lebih besar lagi. Kami doakan beliau bisa menjadi pemimpin nasional ke depan,” pungkas Lasmi.

Ia mengatakan, perempuan pelaku UMKM mengapresiasi komitmen dan keberpihakan Ketua DPR RI Puan Maharani terhadap keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di Indonesia. “Terutama apresiasi atas peran Puan memberi ruang bagi pelaku UMKM agar berkembang sekaligus memasuki pasar digital yang saat ini sedang berkembang pesat,” kata dia.

Harus Masuk Pasar Digital

Lasmi mengatakan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memasuki pasar digital sudah merupakan suatu keharusan. Karena itu pemerintah harus memperhatikan UMKM secara khusus para pelaku perempuan agar didampingi secara konsisten agar memiliki kemampuan memasuki eksositem ekonomi digital.

Lasmi mengatakan, bicara pandemi sebenarnya bicara bagaimana UMKM mampu memberi kontribusi bagi kehidupan skala kecil rumah tangga. Selama ini terjadi ketika banyak yang kehilangan pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja (PHK), UMKM menjadi penopang utama. “Maka sangat wajar jika pemerintah atau pemimpin nasional ke depan memberi perhatian pada kami-kami pelaku UMKM ini,” lanjut Lasmi.

Dikatakan, ia dan anggota komunitas Jamu di seluruh Indonesia misalnya merasa sangat terbantu setelah memanfaatkan teknologi digital dalam menjual sekaligus memasarkan produknya.

“Khusus jamu memang kami berkembang justru sangat baik saat pandemi ini karena kebutuhan masyarakat tinggi untuk daya tahan tubuh. Lebih tinggi lagi ketika kami mulai memanfaatkan teknologi digital. Penjualan misalnya naik bisa 800 botol per hari. Artinya potensi besar sekali,” ungkapnya. [WG/EH]

 

 

 

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *