March 5, 2024

Puluhan Orang Mengaku TNI dan Polri Kepung Rumah Ketua Formapp Mabar

0

Orang-orang yang kepung rumah Rafael.

Labuan Bajo, Topvoxpopuli.com –  Rumah kediaman Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata(Formapp) Manggarai Barat (Mabar), Rafael Todowela dikepung sejumlah orang yang mengaku anggota TNI dan PolriI dari Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pasca demo penolakan Kenaikan Tiket ke Taman Nasional Komodo(TNK).

Hal tersebut disampaikan Rafael Todowela saat ditemui media ini dirumahnya, Rabu (20/7/2022).

Kronologi pengepungan manusia-manusia yang mengaku aparat TNI dan POLRI ke Kediaman Ketua Formapp Mabar itu, adalah meminta tidak melakukan aksi pada saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo Selasa (19/7/2022).

Malam hari, sekitar Pukul 21.43 Wita,  sejumlah orang yang tidak dikenal dan mengaku sebagai aparat TNI dan Polri dari Polres Manggarai Barat, Kodam Kupang dan Kodim Ruteng, mendatangi kediaman Ketua Forum Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat,Rafael Todowela di Golo Koe, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo.

Mereka hadir di saat Ketua Formapp tengah berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya, yaitu satu orang anggota Formapp dan dua orang jurnalis.

Kesepuluh orang yang tidak dikenal itu, enam orang masuk ke dalam rumah, tepatnya di ruang tamu di mana Rafael dan kawan-kawannya tengah berkumpul.

Sementara yang lainnya berdiri mondar-mandir di luar rumah, sembari mengangkat-angkat handphone yang nampak seperti tengah memotret rumah kediaman Ketua Formapp.

Salah satu dari antara mereka membuka pembicaraan dan menyampaikan tujuan kedatangan yakni meminta Formapp untuk tidak melakukan ‘kegiatan yang mengganggu keamanan’ pada momen kunjungan Presiden Joko Widodo k

“Terkait kegiatan kemarin itu, kemarin kan sudah ada pertemuan dengan Pemda. Sudah ada titik sudah ada jawaban terkait aksi itu. Pesan dari mereka pimpinan, selama kunjungan jangan dulu ada kegiatan atau aksi-aksi lainnya itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada 18 Juli lalu Formapp memfasilitasi aksi damai berbagai elemen masyarakat dan asosiasi pelaku pariwisata di Manggarai Barat, NTT untuk menentang kebijakan penaikan tiket masuk menjadi 3,75 juta, monopoli bisnis, dan komersialisasi Taman Nasional Komodo.

Rafel menanyakan alasan mereka harus datang pada malam hari dan secara bergerombol ke rumahnya.

Menurut Rafael, jika mereka hadir mewakili institusi TNI atau Polri sebagaimana pengakuan mereka, harusnya datang di saat yang tepat serta membawa surat tugas.

“Jika kalian dari institusi terkait, kenapa datang malam hari. Saya keberatan kalian datang di malam hari tanpa undangan. Kalau bertamu, lakukan siang hari,” ujar Rafael.

Lalu, salah satu dari antara aparat tersebut mencoba memberikan penjelasan, menyebut bahwa kedatangan mereka atas perintah pimpinan.  “Kami hanya menyampaikan atensi dari pimpinan. Bahkan pimpinan menyatakan bahwa tidak ada hal yang menghambat di Kunker [kunjugan kerja-red] ini ketika Jokowi datang. Presiden kita bersama, bukan presiden kami saja, presiden seluruh warga negara Indonesia,” ujarnya.

Aparat tersebut juga sempat menyinggung soal Golo Mori. Namun, ia tidak secara rinci menjelaskan apa yang dia maksud.

Rafael tetap kukuh agar mereka menyertakan surat tugas jika mereka mewakili institusi yang mereka sebutkan.

Rafael juga keberatan karena mereka datang malam hari. Apalagi, tidak ada satu pun dari antara mereka yang Rafael kenal.

Setelah kurang lebih 15 menit, Rafael kemudian meminta mereka untuk keluar dari rumahnya. Sekitar pukul 22.00 Wita, mereka pun pamit.

Sekitar 15 menit berselang, lima orang yang diketahui ialah aparat dari Polri dan TNI yang bertugas di Labuan Bajo .Rafael dan kawan-kawan mengenal beberapa dari antaranya datang ke rumah Rafael.

Mereka datang menyampaikan permohonan maaf jika kehadiran kelompok pertama mengganggu keamanan dan kenyamanan Rafael.

Kepada kelompok yang kedua ini, Rafael menitipkan pesan agar pihak kepolisian bisa memfasilitasi pihaknya untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo terkait dengan banyak soal di Labuan Bajo, terutama masalah ‘Kenaikan Tiket ke Taman Nasional Komodo’ yang hari ini sedang ramai diperbincangkan.

Kelompok kedua ini berjanji akan meneruskan permintaan Rafael kepada pimpinan mereka. Sekitar pukul 23.00 Wita, kelompok kedua ini meninggalkan kediaman Rafael.

Rafael mengatakan, ia merasa terganggu karena pihak yang mengaku polisi dan TNI tersebut datang tanpa pemberitahuan, tanpa surat tugas dan datang pada malam hari. Ini adalah sebuah bentuk intimidasi, sebuah tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban warga.

Ia juga mengapresiasi permintaan maaf dari rombongan polisi dan TNI yang datang setelah rombongan pertama. Kami berharap ini menjadi koreksi internal dari aparat.

Rafael menolak dan tidak pernah bersepakat dengan permintaan aparat untuk tidak melakukan aksi selama kunjungan Presiden Jokowi. Ini adalah bentuk pembungkaman demokrasi.

Rafael meminta agar pihak kepolisian memfasilitasi kami untuk secara langsung bertemu dengan Presiden Joko Widodo. [TVP/KL]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *