February 23, 2024

Program Teh Jamus Polres Ngawi Cegah Kecelakaan Lalu Lintas di Sekitar Sekolah

0

Kapolres Ngawi, AKBP Dwiasi Wiyatputera.

Ngawi, Topvoxpopuli.com – Polres Ngawi Polda Jatim mempunyai program TEH JAMUS demi keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas pagi hari. Teh Jamus Ngawi adalah Titik ETLE /Kepolisian Hadir Jaga Mobilisasi Masuk Sekolah Ngawi.

Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) TEH JAMUS merupakan manajemen operasional kepolisian berupa penempatan kehadiran anggota Polres Ngawi di titik rute kawasan aman sekolah.

Dengan pengaturan lalu lintas dan pengamanan zone rute aman sekolah berdasarkan data survey volume transportasi dan potensi kecelakaan karena tingginya mobilitas transportasi dari lokasi pemukiman menuju sekolah pada pukul 06.30-07.00 WIB.

“Kegiatan KRYD Teh Jamus ini diselenggarakan mulai dari kawasan pemukiman sampai dengan kawasan sekolah, meliputi SD, SMP, dan SMA. Dalam pendahuluan  ini akan dibahas bagaimanakah kondisi potensi  di Kabupaten Ngawi terutama kondisi kerawanan terjadinya kecelakaan lalu lintas di depan sekolah baik SD, SMP, SMA,” ujar Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera ketika dikonfirmasi, Senin (6/3/2023).

Program Teh Jamus Ngawi ini berupaya untuk mencegah dan menanggulangi kecelakaan lalu lintas di sekitar sekolah. Tugas pokok Polri adalah melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat. Tujuan dari KRYD ini adalah Menjaga Anak Sekolah Yang masuk Di Ngawi Terhindar Dari Kecelakaan dan tertib berlalu lintas.

“Tujuan program KRYD Teh Jamus ini adalah menjaga anak sekolah yang masuk sekolah terhindar dari kecelakaan dan pengguna jalan raya tertib berlalu lintas,” lanjut Kapolres Ngawi.

Kondisi lalu lintas di Kabupaten Ngawi terutama kondisi perlunya kehadiran polisi di depan sekolah baik SD, SMP, SMA. Metode Preventif pencegahan yang digunakan sebagai dasar penempatan personel di titik yang dibutuhkan di zone area aman sekolah oleh Kabag Ops diawali penelitian oleh Unit Laka lantas Ngawi ini berdasarkan survei (traffic counting dan spot speed), metode analisis pedestrian dan analisis deskriptif.

Dari hasil pengolahan data didapatkan jumlah pejalan kaki relatif besar (rata-rata 98 orang) dan kecepatan kendaraan relatif tinggi (kecepatan rata rata mobil 40 km/jam dan kecepatan rata-rata motor 49 km/jam).

“Oleh karena itu, sangat diperlukan Teh Jamus di Kabupaten Ngawi guna mencegah terjadinya kecelakaan yang melibatkan pelajar sekolah,” pungkas Kapolres Ngawi. [TVP]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *