February 23, 2024

Terkait Kasus Korupsi PLTU Riau-1, KPK Diminta Tangkap Airlangga Hartarto

0

Mahasiswa desak KPK tangkap Airlangga Hartarto.

Jakarta, Topvoxpopuli.com – Mencermati tentang perkembangan pemberantasan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi mega proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 memperlihatkan bahwa KPK terkesan tidak berani mengungkapkan secara serius terkait dengan aktor-aktor yang terlibat dalam agenda kejahatan tesebut.

Hal itu disampaikan sekitar 50 orang mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi saat melakukan unjuk rasa di depan  gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019). Dalam aksinya mereka menuntut KPK agar nama seperti Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng untuk diproses dan diperiksa, karena kedua nama tersebut diduga kuat terlibat kasus Korupsi PLTU Riau-1.

Kordinator Lapangan Koalisi Mahasiswa Antikorupsi, Abdul Rais, mengatakan, hal ini terindikasi dengan munculnya nama Menteri Perindustrian yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng yang diduga kuat ikut terlibat.

“Namun sampai hari ini tidak pernah dipanggil dan diperiksa oleh KPK, meskipun dalam beberapa media, KPK menyatakan berpeluang untuk memanggil Airlangga sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1,” lanjut dia.

Sebelumnya, dalam perkara ini KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Eni Maulani Saragih (Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar), Johannes Budisutrisno Kotjo (Pemegang Saham Blackgokd Natural Recourses), dan Idrus Marham (Mantan Menteri Sosial dan Sekretaris Jenderal Golkar). Eni Saragih dan Idrus Marham diduga bersama-sama menerima uang sebesar Rp 6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap.

Sementara itu menurut Abdul menerangkan, munculnya nama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian didasarkan pada pengakuan Eni Maulani Saragiah ketika menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa pemegang saham PT Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo. Eni mengaku sebagian dari Rp 2 miliar yang dirinya terima dari Johannes Budisutrisno Kotjo digunakan untuk keperluan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada Desember 2017.

“Eni Maulani Saragih‎ juga membeberkan pernah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Pertemuan itu terjadi di kediaman Airlangga setelah menjadi Ketum Golkar. Selain Airlangga dan Johannes Kotjo, pertemuan itu juga dihadiri oleh dua politikus Golkar lainnya, Idrus Marham dan Melchias Marcus Mekeng. Pertemuan tersebut membahas proyek PLTU Riau-1 senilai USD 900 Juta dan tindaklanjut kepentingan Johannes Budisutrisno Kotjo menggarap proyek PLTU Riau-1. Bukan hanya itu, Eni juga mengaku sempat diperintahkan Airlangga untuk mengawal proyek PLTU Riau-1,” jelas dia.

Ia mengatakan, berdasarkan paparan di atas, mereka menduga bahwa Airlangga Hartarto merupakan aktor utama terjadinya korupsi dalam proyek PLTU Riau-1. “Airlangga diduga telah berperan sebagai fasilitator dalam pertemuan dan agenda kejahatan tersebu,” ucap dia.

Sebelum mengakhiri aksinya Abdur memaparkan maka dengan ini kami yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Antikorupsi menyatakan tuntutan, pertama, mendesak KPK untuk segera memeriksa dan mentersangkakan Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian RI karena diduga terlibat dalam kasus korupsi PLTU Riau I.

Kedua, meminta Presiden Jokowi untuk segera mencopot Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian. Ketiga, mendukung KPK untuk menuntaskan pemberantasan korupsi di Indonesia. [TVP/Edi Hardum]

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *