April 16, 2024

Tahun 2019 Pemerintah Akan Habiskan Rp 6 Triliun untuk Bangun BLK di Pesantren

0

Jakarta, Topvoxpopuli.com – Presiden  Joko Widodo mengatakan, pemerintah membangun 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di pesantren. Tahun 2020 akan dibangun 3.000 BLK yang sama untuk pesantren. Jumlah pesantren di Indonesia 29.000.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat menyaksikan dan memberikan sambutan pada penandatanganan kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan pondok pesantren penerima bantuan BLK Komunitas untuk pesantren di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

“Saya kira kalau cuma seribu masih sangat kurang. Tahun depan minimal 3.000 karena jumlah pesantren di Indonesia mencapai 29.000,” kata Presiden Jokowi.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyaksikan dan memberikan sambutan pada penandatanganan kerja sama antara Kemnaker dengan pondok pesantren penerima bantuan BLK Komunitas untuk pesantren di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Sebelumnya, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bambang Satrio Leleno, mengatakan, untuk membangun fisik satu BLK minimal menghabiskan uang Rp 6 miliar. Jadi kalau Rp 6 miliar dikalikan 1.000 sama dengan Rp 6 triliun. Itu berarti tahun 2019 ini pemerintah menganggarkan dana Rp 6 triliun untuk membangun BLK Komunitas di pesantren. Itu belum termasuk sarana dan prasarana serta infruktur.

Jokowi menyatakan, Indonesia dihadapkan pada bonus demografi, di mana penduduk usia produktif jauh lebih banyak. Bonus demografi akan menjadi masalah bagi Indonesia jika angkatan kerja tidak memiliki keterampilan kerja. Indonesia harus siap menyongsong bonus demografi dengan menyiapkan angkatan kerja yang terampil.

Penyiapan angkatan kerja terampil melalui BLK Komunitas di pesantren, menurut Jokowi adalah langkah yang sangat efektif serta menghasilkan pelatihan yang lebih baik. Hal ini dikarenakan pelatihan dilaksanakan langsung di dalam pesantren yang pesertanya menetap. Sehingga proses pelatihan bisa dilakukan kapan saja, siang atau malam.

Selain itu, pesantren diberi kebebasan menentukan jurusan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di daerah setempat, sehingga betul-betul terjadi link and match.

“Selanjutnya saya akan melihat langsung ke lapangan guna memastikan BLK di pesantren bejalan baik,” kata Jokowi.

Tahun 2017, Kemnaker mengawali pembangunan BLK Komunitas di 50 pesantren. Tahun 2018 naik menjadi 75. Tahun 2019 naik menjadi 1.000 BLK Komunitas di pesantren.

“Bapak Presiden langsung memberikan arahan untuk membangun 1.000 BLK Komunitas. Saya sampai kaget karena senang sekali melihat komitmen Presiden terhadap dunia pesantren yang begitu konkret,” kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri.

Menurut Hanif Dhakiri, adanya terobosan BLK di pesantren karena Presiden Jokowi paham betul bahwa dulu orang mondok di pesantren itu gratis. Santri menumpang makan di rumah kiai. Konsekuensinya, selain mengaji, santri harus membantu kegiatan ekonomi kiai. Kiainya berdagang, santri ikut bantu kiai berdagang. Kiainya bertani, santri ikut bantu kiai bertani. Dampaknya, selesai dari pesantren, santri tidak hanya menguasai ilmu agama, namun juga menguasai keterampilan kerja.

Setelah pesantren mengadopsi sistem syariah dimana santri membayar bulanan, lanjut Hanif Dhakiri, maka fokus santri hanya mengaji. Secara umum tidak ada pembekalan keterampilan kerja. Soft skill santri bagus, tetapi hard skill-nya kurang. “BLK Komunitas di pesantren adalah program pemerintah, inisiatif Bapak Presiden, untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter yang ada di pesantren dengan tambahan keterampilan,” ungkap Hanif  Dhakiri.

Selain itu, kehadiran BLK di pesantren juga memperkuat komitmen dan apresiasi Presiden Jokowi pada ulama dan santri. Kontribusi kaum santri dalam menggelorakan perjuangan mengusir penjajah melalui Resolusi Jihad 1945 diberi apresiasi dengan ditetapkannya  tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Banyak apresiasi lain diberikan Presiden  Jokowi kepada santri dan dunia pesantren. Misalnya bank wakaf mikro, redistribusi lahan yang melibatkan pesantren, skema kredit untuk kalangan pesantren agar tumbuh menjadi wirausahawan, ada pembangunan rusunawa pesantren, serta masih banyak lainnya.

Dari seribu BLK tersebut, penandatanganan kerja sama tahap pertama dilakukan dengan 500 pesantren. Penandatangan tahap kedua akan dilakukan bulan depan. Tiap BLK Komunitas akan menerima Rp1 miliar untuk pembangunan workshop, peralatan, instruktur serta pelatihan. [E-H]

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *